Senin, 23 Juni 2014

SELAMAT ULANG TAHUN JAKARTA




Pertama-tama penulis secara langsung ingin mengungkapkan begitu banyak syukur yang telah diberikan Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan begitu banyak kenikmatan kepada Ibu kota Negara Indonesia ini yaitu Kota Jakarta. Jakarta yang telah menginjak  umur 487 tahun pada tanggal 26 Juni yang lalu sudah berkembang sebagai salah satu kota metrpolitan yang telah dipandang oleh seluruh manusia di dunia sebagai salah satu kota yang berkembang dan sangat menjanjikan dalam bidang bisnis. Selain itu Kota Jakarta ini merupakan kota yang letaknya sangat strategis sehingga segala macam jenis bisnis dan perdagangan bisa mampu berkembang dengan pesat.
Kota Jakarta yang memiliki luas sekitar 661,52 km2 dengan komposisi lautan sekitar 6.997,5 km2 pada awalnya memiliki nama sunda kelapa dan berganti nama menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527 sehingga pada tanggal dan tahun tersebutlah dijadikan sebagai tanggal lahirnya kota Jakarta. Sebelum menjadi nama Jakarta nama kota ini pernah mengalami beberapa perubahan seperti Batavia (1619-1942), Jakarta toko betsu shi (1942-1945), Djakarta (1945-1972) dan akhirnya menjadi Jakarta sampai sekarang.
Sebagai ibu kota Negara Indonesia secara otomatis Kota Jakarta ini memiliki magnet tersendiri untuk menarik minat para masyarakat Indonesia untuk mengadu nasib di Kota Jakarta. Untuk sebagai acuan saja pada tahun 2011 jumlah penduduk Kota Jakarta ini sudah mencapai 10.187.595 orang yang berarti setiap km2 di jakarta itu dihuni oleh sekitar 14.000 orang dengan komposisi sebagai berikut : Jawa (35,16%), Betawai (27,65%), Sunda (15,27%), Tionghoa (5,53%), Batak (3,61%), Minangkabau (3,18%), Melayu (1,62%), Bugis (0,59%), Madura (0,57%), Banten (0,25%) dan Banjar (0,1%). Dengan diliat semakin tingginya antusiasme masyarakat yang ingin datang ke Jakarta sudah bisa dipastikan pada tahun 2014 ini penduduk kota Jakarta sudah bertambah dan semakin menyesakkan kota Jakarta.
Diakibatkan antusiasme masyarakat Indonesia yang ingin mengadu nasib di Jakarta yang menyebabkan fasilitas transportasi di Kota ini sangat disoroti. Bayangkan saja pertumbuhan jumlah mobil di Jakarta mencapai kisaran 5-10% per tahun sedangkan pembangunan jalan di Jakarta hanya ada di kisaran 4-5% saja pertahun. Hal ini menandakan bahwa kota Jakarta tidak bisa menampung semua kendaraan mobil di Jakarta sehingga terjadilah kemacetan dimana-mana.
Sebenarnya untuk mengurai kemacetan di Jakarta Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai cara untuk mengurai kemacetan seperti membangun Transjakarta namun setelah dibangun pada tahun 2007 ternyata Transjakarta masih belum bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. Karena kemacetan masih menjadi momok di Jakarta untuk itu Pemprov Jakarta mulai membangun monorel yang berjarak sekitar 15 Km yang dibangun di Lebak bulus sampai Bundaran HI.
Namun dibalik semrawutnya transportasi di Kota Jakarta, kota ini merupakan salah satu kota yang sangat menjanjikan dalam bidang bisnis dan perdagangan. Hampir 70% uang negara beredar di Jakarta, selain itu Bursa Efek Indonesia yang terletak di Jakarta dapat mancapai kisaran USD 510,98 M atau merupakan no 2 tertinggi di ASEAN. Selain itu Kota Jakarta merupkan tempat dengan tingkat pertumbuhan harga properti tertinggi di dunia yaitu mencapai 38,1%.
Untuk pendapatan perkapita masyarakat Jakarta itu ada di kisaran Rp. 110,46 juta/tahun (USD 12.270). Dan untuk kalangan menengah atasnya mencapai Rp. 240,62 juta/tahun (USD 26.735). Serta untuk orang kaya yang di Jakarta bisa menapai USD 100.000/tahun.
Gambaran di atas seharusnya menandakan bahwa sebenarnya Kota Jakarta sangat menjanjikan untuk tempat mengadu nasib dan memperbaiki nasib, tapi sayangnya pembangunan dan perkembangan masih belum merata yang menyebabkan terjadinya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Hal tersebut yang meneybabkan terjadinya penyakit sosial seperti terjadinya tindak kriminalitas, pada tahun 2013 saja tindak kriminalitas di Jakarta mencapai angka 51.444 kasus. Hal ini menandakan masih banyak rakyat yang kekurangan di tengah pembangunan yang begitu megah di Kota Jakarta.
Dengan umur yang sudah sangat tua yaitu 487 tahun ini seharusnya Jakarta sudah mencapai masa keemasannya, memang pembangunan sudah terlihat dimana-mana bahkan menjadi tempat favorit untuk para pebisnis dalam mengembangkan bisnisnya, tapi dibalik itu pula masih banyak yang harus dibenahi mulai dari sisi fasilitas transportasi yang masih sangat sangat dibawah standar untuk kota sekelas metropolitan dan juga tatanan masyarakat yang masih meninggalkan banyak pekerjaan rumah baik untuk pemertintah daerah maupun pusat serta masyarkat.
Selamat ulang tahun kota Jakarta semoga kita bisa menemukan kota ini sebagai kota yang menandakan kemakmuran untuk masyarakat Indonesia secara umumnya dan masyarakat Jakarta secara khususnya.


                                                                                                Faiz Muhammad Yusuf