Pertama-tama penulis secara langsung ingin mengungkapkan begitu
banyak syukur yang telah diberikan Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah
melimpahkan begitu banyak kenikmatan kepada Ibu kota Negara Indonesia ini yaitu
Kota Jakarta. Jakarta yang telah menginjak
umur 487 tahun pada tanggal 26 Juni yang lalu sudah berkembang sebagai
salah satu kota metrpolitan yang telah dipandang oleh seluruh manusia di dunia
sebagai salah satu kota yang berkembang dan sangat menjanjikan dalam bidang
bisnis. Selain itu Kota Jakarta ini merupakan kota yang letaknya sangat strategis
sehingga segala macam jenis bisnis dan perdagangan bisa mampu berkembang dengan
pesat.
Kota Jakarta yang memiliki luas sekitar 661,52 km2 dengan komposisi
lautan sekitar 6.997,5 km2 pada awalnya memiliki nama sunda kelapa dan berganti
nama menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527 sehingga pada tanggal dan
tahun tersebutlah dijadikan sebagai tanggal lahirnya kota Jakarta. Sebelum menjadi
nama Jakarta nama kota ini pernah mengalami beberapa perubahan seperti Batavia
(1619-1942), Jakarta toko betsu shi (1942-1945), Djakarta (1945-1972) dan
akhirnya menjadi Jakarta sampai sekarang.
Sebagai ibu kota Negara Indonesia secara otomatis Kota Jakarta ini
memiliki magnet tersendiri untuk menarik minat para masyarakat Indonesia untuk
mengadu nasib di Kota Jakarta. Untuk sebagai acuan saja pada tahun 2011 jumlah
penduduk Kota Jakarta ini sudah mencapai 10.187.595 orang yang berarti setiap
km2 di jakarta itu dihuni oleh sekitar 14.000 orang dengan komposisi sebagai
berikut : Jawa (35,16%), Betawai (27,65%), Sunda (15,27%), Tionghoa (5,53%),
Batak (3,61%), Minangkabau (3,18%), Melayu (1,62%), Bugis (0,59%), Madura
(0,57%), Banten (0,25%) dan Banjar (0,1%). Dengan diliat semakin tingginya
antusiasme masyarakat yang ingin datang ke Jakarta sudah bisa dipastikan pada tahun
2014 ini penduduk kota Jakarta sudah bertambah dan semakin menyesakkan kota
Jakarta.
Diakibatkan antusiasme masyarakat Indonesia yang ingin mengadu
nasib di Jakarta yang menyebabkan fasilitas transportasi di Kota ini sangat
disoroti. Bayangkan saja pertumbuhan jumlah mobil di Jakarta mencapai kisaran
5-10% per tahun sedangkan pembangunan jalan di Jakarta hanya ada di kisaran
4-5% saja pertahun. Hal ini menandakan bahwa kota Jakarta tidak bisa menampung
semua kendaraan mobil di Jakarta sehingga terjadilah kemacetan dimana-mana.
Sebenarnya untuk mengurai kemacetan di Jakarta Pemprov DKI Jakarta
telah melakukan berbagai cara untuk mengurai kemacetan seperti membangun
Transjakarta namun setelah dibangun pada tahun 2007 ternyata Transjakarta masih
belum bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. Karena kemacetan masih menjadi
momok di Jakarta untuk itu Pemprov Jakarta mulai membangun monorel yang
berjarak sekitar 15 Km yang dibangun di Lebak bulus sampai Bundaran HI.
Namun dibalik semrawutnya transportasi di Kota Jakarta, kota ini
merupakan salah satu kota yang sangat menjanjikan dalam bidang bisnis dan
perdagangan. Hampir 70% uang negara beredar di Jakarta, selain itu Bursa Efek
Indonesia yang terletak di Jakarta dapat mancapai kisaran USD 510,98 M atau
merupakan no 2 tertinggi di ASEAN. Selain itu Kota Jakarta merupkan tempat
dengan tingkat pertumbuhan harga properti tertinggi di dunia yaitu mencapai
38,1%.
Untuk pendapatan perkapita masyarakat Jakarta itu ada di kisaran
Rp. 110,46 juta/tahun (USD 12.270). Dan untuk kalangan menengah atasnya
mencapai Rp. 240,62 juta/tahun (USD 26.735). Serta untuk orang kaya yang di
Jakarta bisa menapai USD 100.000/tahun.
Gambaran di atas seharusnya menandakan bahwa sebenarnya Kota
Jakarta sangat menjanjikan untuk tempat mengadu nasib dan memperbaiki nasib,
tapi sayangnya pembangunan dan perkembangan masih belum merata yang menyebabkan
terjadinya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Hal tersebut yang meneybabkan
terjadinya penyakit sosial seperti terjadinya tindak kriminalitas, pada tahun
2013 saja tindak kriminalitas di Jakarta mencapai angka 51.444 kasus. Hal ini
menandakan masih banyak rakyat yang kekurangan di tengah pembangunan yang
begitu megah di Kota Jakarta.
Dengan umur yang sudah sangat tua yaitu 487 tahun ini seharusnya
Jakarta sudah mencapai masa keemasannya, memang pembangunan sudah terlihat
dimana-mana bahkan menjadi tempat favorit untuk para pebisnis dalam
mengembangkan bisnisnya, tapi dibalik itu pula masih banyak yang harus dibenahi
mulai dari sisi fasilitas transportasi yang masih sangat sangat dibawah standar
untuk kota sekelas metropolitan dan juga tatanan masyarakat yang masih
meninggalkan banyak pekerjaan rumah baik untuk pemertintah daerah maupun pusat
serta masyarkat.
Selamat ulang tahun kota Jakarta semoga kita bisa menemukan kota
ini sebagai kota yang menandakan kemakmuran untuk masyarakat Indonesia secara
umumnya dan masyarakat Jakarta secara khususnya.
Faiz Muhammad Yusuf