Pergulatan
yang terjadi di gedung DPR pada saat sidang paripurna membahas tentang BBM
akhirnya dimenangkan oleh penguasa negeri ini, akhirnya APBN Perubahan 2013 pun
disahkan. Dengan disahkannya APBN P tersebut berarti sudah bisa dipastikan
bahwa harga premium naik menjadi Rp 6.500 per Liter sedangkan solar naik
menjadi Rp 5.500 per Liter.
Dengan
dinaikkannya BBM ini sudah pasti memberikan dampak yang sangat negatif kepada
seluruh masyarakat di Indonesia khususnya masyarakat menengah ke bawah karena
dengan kenaikan BBM tersebut masyarakat Indonesia tinggal menunggu inflasi yang
akan terjadi di negara ini, harga-harga bahan-bahan pokok akan naik dengan
tajam serta keperluan sekunder lainnya
sudah pasti mengikuti arus inflasi tersebut.
Tapi
pemerintah berdalih bahwa kenaikan harga BBM ini tidak akan terlalu dirasakkan
dampaknya kepada rakyat-rakyat miskin karena pemerintah telah menyiapkan
anggaran kompensasi kepada rakyat miskin yang diantaranya BLSM (Bantuan
Langsung Sementara Masyarakat) sebesar Rp 9,3 T. Kemudian diberikan Rp 150 ribu
per bulan kepada 15,5 juta RTS (Rumah Tangga Sasaran) selama 4 bulan. Program BSM
(Bantuan Siswa Miskin) sebesar Rp 7,5 T yang ditujukan kepada 16,6 juta siswa
diseluruh Indonesia. Program raskin yang dianggarkan sebesar Rp 4,3 T bagi RTS
selama 3 bulan. Serta program infrastruktur pedesaan sebesar Rp 6 T.
Apakah
dengan adanya agenda tersebut rakyat miskin bisa terselamatkan oleh belenggu
kemiskinan? Dengan kenaikan harga BBM 33 % dari harga awal tentu saja
jawabannya tidak, bahkan tidak sama sekali yang berarti malah membuat rakyat
miskin semakin melarat.
Kalau
kita hitung-hitung bila per Keluarga atau RTS mendapatkan jatah Rp 150 ribu
perbulan, kemudian di rumah tersebut ada kisaran 3 anggota saja yang berart
tiap orang akan mendapatkan Rp 50 ribu perbulan yang artinya mereka mendapat
sekitar Rp 1.600 per orang, bukan maksud penulis untuk melecehkan uang, tapi
apa yang di dapat dengan uang yang hanya segitu saja dengan kenaikan harga diseluruh
sektor barang-barang akibat harga BBM ini.
Secara
tidak langsung dengan adanya BLSM ini bukannya membantu masyarakat miskin untuk
keluar dari jerat kemisikinan melainkan malah membuat rakyat miskin menjadi
miskin dan semakin terjerat saja. Maka bersiaplah dengan dampak sosial yang
diakibatkan kenaikan BBM ini, bersiaplah dengan bunuh diri dimana-mana,
bersiaplah dengan pemerasa, perampokan serta pembunuhan akibat krisis ekonomi
yang terjadi.
Jangan
salahkan rakyat bila terjadi hal seperti itu, seharusnya subsidi yang menjadi
tanggung jawab kalian pemerintah harus dipenuhi, jangan rakyat yang kau jadikan
tumbal karena kau tidak ingin menanggung hasil kerja kau sendiri pemerintah. JANGANLAH
KAU BUNUH KAMI SECARA PERLAHAN AKIBAT ULAHMU SENDIRI.
Bila
tidak ingin anggaran APBN jebol maka jangan terjadi korupsi lagi, jangan
biarkan bangsa asing menguasai pasar kita, jangan biarkan pajak yang harusnya
untuk negara malah untuk kau BAJINGAN PEMERINTAH.
Kami
bukan anjing yang taat apabila selalu diberi perintah, tapi kami manusia yang
bisa menjadi marah dan brutal karena hak yang harusnya kau berikan malah kau
ambil untuk memuaskan nafsu mu semata.