Kamis, 13 Desember 2012

Negara “yang katanya” kaya sumber daya alam



“Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu” sepenggal lagu yang menggambarkan bahwa betapa kayanya Negara ini akan sumber daya alam. Kita masih ingat banyak negara di seluruh dunia yang mengincar tanah surga ini, tapi dengan semangat pantang menyerah para pahlawan melawan mereka semua, para pahlawan dengan gagah berani menjaga seluruh tanah surga ini agar anak cucunya bisa merasakan akan kayanya sumber daya alam di Negara ini. Dan akhirnya para pahlawan berhasil mengusir mereka semua.
            Tapi sungguh sangat disayangkan, cita-cita yang tulus para pahlawan ternyata belum bisa terealsasi sampai sekarang, padahal sudah lebih dari 67 tahun negara ini merdeka. Bisa dibayangkan tanah Papua yang memiliki begitu banyak emas ditanahnya ternyata menjadi tempat yang tersering dalam hal kelaparan, kesejahteraan mereka dipertanyakan, dan kualitas kesehatan meraka pun sangat kurang.
            Pemimpin negara ini yang seharusnya bisa memanfaatkan seluruh kekayaan ini untuk kesejahteraan rakyatnya, ternyata hanya diam saja. Mereka membiarkan seluruh orang asing mengambil sesukanya tanpa hambatas sekalipun, dan yang lebih parah lagi negara ini hanya kebagian sedikit lagi hasilnya, dan kebagian banyak sekali limbahnya.
            Kami bingung, kami semua bingung. Siapa yang patut disalahkan atas ini semua?. Secara tidak langsung para pemimpin Negara ini telah mengkhianati para pahlawan yang telah berjuang demi untuk menjaga tanah surga ini.
            Wahai para pemimpin yang seharusnya bijaksana, dengarkan rintihan rakyatmu, jangan hanya mendengarkan nafsumu belaka. Kekayaan alam yang seharusnya seluruh rakyat Indonesia rasakan hanyalah menjadi mimpi belaka. Dan perjuangan para pahlawan pun menjadi sia-sia pula.

                                                                                                            Faiz Muhammad Yusuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar